Postingan

“PNS, Regulasi dan Kebijaknnya”

“PNS, Regulasi dan Kebijaknnya” Hari ini Senin, tepat pukul 08. 41 wib, “zaujati” telpon katanya dia terima undangan untuk pelantikan jam 10.00 di sekretariat Pemkot Bengkulu, mau pulang sebentar kerumah ambil baju Korpri, berarti tetap dilantik eselon IV.a, (karena kalau eselon III, sudah pelantikan beberapa hari yang lalu, dan pakaian resminya pasti PSL), eselon IV.a tersebut sudah dia jabat sekitar tujuh belas tahunan, untuk di lingkungan Pemkot saja, sebenarnya waktu di Pemda Bengkulu Selatan dulu sudah menduduki jabatan eselon yang sama, berarti sudah hampir dua puluh tahun di eselon yang sama. Kalau pakai baju Korpri dan artinya dia tetap menduduki jabatan tidak “non job” alias tidak punya jabatan struktural, kalau jabatan lain pasti ada mungkin namanya fungsional umum, seperti teman-teman saya yang saya baca di Koran beberapa yang saya kenal mendapat jabatan fungsional umum alias “non Job” kebalikan dari fungsional tertentu. Sebelumnya zaujati pernah cerita, ...

RADIO CAWANG

Ade ceritenye ding luk kejadian kabah tu (jawaban Cerite ndik Buyung ye lagi kesal...HP Android nye lagi rusak) ...waktu jeme dusun Pajar bulan mpai ghulih Radio Cawang...dide keruan agi gawi...pokoknye siang malam nganingi suaghe nyanyi Radio tula...pas udim Maghrib...lah diguale agi li anak bujang tanggungnye...kate Bapange...Zul, matikalah kudai radio tu...makan kudai, Awu pak...kate Zul, tuape kah diajak makan...lah gulut kepaun...keruan li die kah gulai ikan mas ghulian mbubus pauk kecik lembak dangau petang tadi...emapi ndak duduk..lah ditengule agi li bapange...matikah kudai Radiotu...kate bapange agak marah ngah Zul...tuape ame kesal, awak lah lapagh udim bekubang dipauk siang tadi...lighatnye ye pemutaranye bemirik tunningtu, bedeghat lepas...nah pikir Zul..ngape pule tini tekucilni...anye suaghenye masih beseturing kecik... ah..nangkanlah kudai pikiran Zul, makan kudai, mpai sampai kepaun..lah bedenging agi radio di peranginan depan tu...kate b...

MENAKAR NILAI KONSTITUSIONAL PERDA BERNUANSA SYARI’AH

MENAKAR NILAI KONSTITUSIONAL PERDA BERNUANSA SYARI’AH (Bagian ke-1 dari ….Tulisan) Bangsa Indonesia telah berkonsensus bahwa pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, dari pandangan hukum tata Negara Pancasila adalah staatsfundamentalnorms jadi ukurannya segala macam wujud pemebntukan hukum harus bersumber dari nilai-nilai Pancasila tersebut. Pancasila yang dimaksudkan seperti termuat dalam Pembukaan UUD NRI tahun 1945 dan itu merupakan satu kesatuan yang utuh dari alenia pertama sampai alenia keempat. Oleh karena itu dalam pengimplementasiannya untuk produk perundang-undangan di Indonesia termasuk Peraturan daerah (Perda Provinsi dan Prda Kabupaten/Kota) harus mengacu dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila, dan ini sudah harga mati tidak ada tawar-menawar, hal ini dapat dimaknai seperti: 1. Pancasila sebagai dasar negara sering disebut dasar falsafah negara, ideologi negara. Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai dasar dalam m...

ILMU HUKUM DAN PERKEMBANGANYA (Kajian Khusus Hukum Normatif)

ILMU HUKUM DAN PERKEMBANGANYA (Kajian Khusus Hukum Normatif) Oleh: Imam Mahdi [1] Abstract    Maksud utama dalam penulisan ini adalah untuk mengetahui sifat kekhususan ilmu hukum (suigeneris) dan perkembangan ilmu hukum dari berbagai mazhab yang mendominasi pada priodesasi perkembangan ilmu pada umumnya. Disamping itu dikaji pula tentang mazhab posistisme hukum yang sampai sekarang masih menjadi kiblat dari berbagai kajian hukum, walaupun mazhab ini banyak dikritik oleh para ahli, terutama setelah munculnya teori relativitas sebagaiman berlaku pada ilmu pengetahuan alam (eksak). Di Indonesia sebenarnya menganut pluralism hukum, namun pada praktiknya didominasi oleh paham positivism hukum. Paham ini pada satu sisi memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan hukum di Indonesia terutama dalam kaitannya dengan hirarki hukum. Pada bagian lain tulisan ini memberikan gambaran praktis bentuk penelitian hukum normative sebagai dngan berbagai ragaan yang muda...