Postingan

RENUNGAN MALAM INI “Miras”

RENUNGAN MALAM INI “Miras” Setetes saja, tidak terasa, tapi itu tetap dosa Seteguk saja, penuh gairah, jadi lupa Secangkir saja, melayang cita, penuh hayal tak berguna Sebotol saja, kepala berat, bicara terbata-bata, hilang naluri manusia.

MOMENTUM HARKITNAS 20 MEI 2016 “Bangkit dari Penjajahan Kemiskinan”

MOMENTUM HARKITNAS 20 MEI 2016 “Bangkit dari Penjajahan Kemiskinan” Tanggal 20 Mei 2016, bangsa Indonesia kembali akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108, Hari Kebangkitan Nasional diperingati sebagai tongak sejarah, tumbuhnya nasionalisme secara terorganisir, pada tanggal 20 Mei 1908 berdirilah Boedi Oetomo. “Boedi Oetomo” (BO) yang dimaknai secara harpiah Boedi artinya perangai atau tabiat atau mungkin dalam istilah sekarang ini bisa disebut karakter, sedangkan Oetomo, bisa jadi dimaknai yang utama atau baik dan luhur, ya artinya kira-kira begitu kalau mau pastinya lihat buku sejarah, atau kepada pendirinya, tapi semuanya sudah meninggal, mudah-mudahan istilah itu tidak jauh dari pemaknaan di atas. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa BO tidak layak dijadikan sebagai tonggak sejarah Harkitnas Indonesia, karena para tokohnya itu sebenarnya tidak Indonesain tolen. Menurut Ahmad Mansur Suryangera, sejarawan yang banyak mengoreksi penyimpangan...

NASIBMU RAKYAT JELATA

NASIBMU RAKYAT JELATA Kau terbungkuk layu hitam legam dan keriput Matahari membakar, menyengat dan panas ketika mengais rejeki Sebenarnya bukan karena usiamu Takdir, karma, kutukan bukan itu Silih berganti generasi kau tetap wariskan sifat-sifatmu hitam dan kuyu Itu masih beruntung, kau tetap mengais rejeki Tapi kau tetap kuyu, jujur, bersahaja dan tetap lugu Walau di dalam rumah itu, kau tahu, lebih muda, bersih dan bersinar kau lihat itu, penipu, bohong dan berlagu NASIB MU RAKYAT JELATA Kau tidak sendirian, ada saudaramu Ketika ia babat sepotong pohon di hutan rimba Mengharapkan sekedar untuk penyambung nyawa Kini ia meringkuk di penjara, dituduh perusak lingkungan abadi dunia Hukum tidak ada bagi yang berkuasa, diadakan bagi rakyat jelata Kau tahu yang pakai dasi itu, pemegang HPH merambah penyebab malapetaka Rumahmu, reot di pinggir kali sering terendam di musim hujan itu investasi mereka Karena ulah si berdasi itu, keluargamu, keturunanmu tetap seperti itu D...

OLEH-OLEH DARI SERAMBI MEKKAH “Pernak-pernik cerita Tsunami, Menggugah Rohani Kita ”

OLEH-OLEH DARI SERAMBI MEKKAH “Pernak-pernik cerita Tsunami, Menggugah Rohani Kita ” Alahmadulillah, saya bisa berkunjung kembali ke Aceh, provinsi terujung di Sumatera membangkitkan kenangan lama saya, karena harus menunggu 29 tahun baru diberikan kesempatan menginjakan kaki di negeri “Serambi Mekkah” dan Provinsi yang banyak melahirkan Pahlawan dan termasuk pahlawan wanita seperti Cut Nya’ Dien, Laksaman Malahayati, Cut Meutia, dan masih banyak lagi yang bergelar Ratu, Sultanah, dan Pocut yang menggalang senjata berperang melawan Belanda, kalau pahlawan dari kaum Adam tentu lebih banyak lagi, misalkan Sultan Iskandar Muda, Teungku Cik Ditiro, Teuku Umar, Teuku Nya Arief sampai pada Daud Beureuh dan sebagai daerah yang menggambarkan gigihnya perjuangan rakyat menentang penjajah, saya berkunjung ke Aceh pertama, saya mengikuti Kongres HMI Ke-17 di Lohk Semawe Kabupaten Aceh Utara Tahun 1987, saya masih muda waktu itu, semester 6 Mahasiswa FH Unib..., dan baru berkese...

APA YANG ADA DIBENAKMU

APA YANG ADA DIBENAKMU Bengisnya kau anak muda tidak puas dengan pesta hamar kau tertawa manusia lain sengsara kau lampiaskan nafsu binatang kau obral keperkasaan tanpa malu kau senang melihat jasad lemah, berlumuran darah, tidak bernyawa kau lempar jasad manusi, seperti sampah itu salah dan bejat apa yang ada dibenakmu Bulan-bulanan mu lemah sama dengan ibu, saudara perempuan mu ibu tidak bangga dengan kelakuan mu tersayat-sayat dan menanggung malu Saudara perempuanmu takut karma apa yang ada dibenak mu Kini kau baru tahu perbuatan harus dipertanggungjawabkan penjara menantimu orang bijak membencimu bahkan mengharapkan lebih dari itu apa yang ada dibenakmu Mungkin kau merasa malu orang sinis kepadamu tidak lebih dari segepok daging mentah kau akan terkurung lama menunggu kebebasan akan di belenggu apa yang ada dibenakmu Memang kau belum tahu temanmu menunggu di jeruji kejam walau ada yang kemayu mereka tahu perbuatan mu kau akan merasakan disting...

“ANAK PELAKU PIDANA, SIAPA BERTANGGUNGJAWAB” “Refleksi dari kejahatan kemanusian di Provinsi Bengkulu Pasca Kasus YY

“ANAK PELAKU PIDANA, SIAPA BERTANGGUNGJAWAB” “Refleksi dari kejahatan kemanusian di Provinsi Bengkulu Pasca Kasus YY” Insya Allah pada tanggal 10-11 Mei 2015 akan dilaksanakan hajatan besar bagi Fakultas Syari’ah dan Hukum dan Jurusan Syari’ah PTKIN se Indonesia di Banda Aceh, kali ini Fak. Syariah dan Hukum UIN Arraniry sebagai ahlul bait, dan saya ditugaskan Rektor untuk hadir di hajatan ilmiah tersebut an. Fak. Syariah dan Hukum IAIN Bengkulu. Tema yang akan diusung dalam perhelatan ilmiah tersebut adalah “Perlindungan Anak Dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia” memang bukan materi baru dalam kajian akademik di Fak. Syari’ah dan itu adalah kajian pokok di Prodi Akhwal-al Syahsiyah (Hk. Keluarga Islam). Namun persolannya menjadi sangat urjen ketika saya hadir sebagai warga Negara yang kebetulan berasal dari Provinsi Bengkulu, yang saat ini sedang berduka dengan adanya peristiwa kemanusiaan yang menjadi perhatian nasional bahkan mungkin di belahan dunia, orang membic...

APLIKASI IDEOLOGIS, NASIONLAISME DAN HUKUM SUATU RENUNGAN DITENGAH TRAGEDI KEMANUSIAAN

APLIKASI IDEOLOGIS, NASIONLAISME DAN HUKUM SUATU RENUNGAN DITENGAH TRAGEDI KEMANUSIAAN Kajian ideologi memberikan kesan kepada kita sebagai muara timbulnya paham-paham dan diaplikasian dalam praktik penyelenggraan Negara, dan bagi kalangan akademisi menjadi alat bantu untuk meneropong arah kemana suatu Negara akan dibawa, dan ini biasanya kajian-kajian akademis bagi yang menggeluti ilmu politik, pemerintahan dan hukum. Bolehlah ketiga disiplin ilmu ini merupakan tiga serangkai penentu kebijakan secara umum. Jelas seperti dikemukakan oleh Gellner adalah sebuah prinsip politik yang menganggap bahwa politik, pemerintahan dan hukum sebuah segitiga yang bersisian, sedangkan nasionalisme melekat pada aplikasi ketiga disiplin ilmu tersebut. Hukum bukan hanya bicara kepastian tetapi mengarahkan orang untuk berbuat atau tidak berbuat sesuai dengan kehendak Negara, ini yang dipahami oleh Roscoe Pound bahwa hukum sebagai alat rekayasa sosial. dan hakim mewakili itu dalam membuat ...